Sumber: Penguin Reader  Saya sedang mencoba salah satu metode dalam mempelajari bahasa Inggris yakni dengan menerjemahkan. Saya meng...

Terjemahan: April di Moscow


Sumber: Penguin Reader 

Saya sedang mencoba salah satu metode dalam mempelajari bahasa Inggris yakni dengan menerjemahkan. Saya mengumpulkan banyak bahan bacaan untuk diterjemahkan. Salah satunya adalah buku-buku terbitan Penguin Reader. Sekadar informasi, Penguin Reader adalah salah satu penerbit buku-buku edukasi yang mengadopsi cerita dari novel terkenal atau kisah populer. Cerita-cerita tersebut kemudian disederhanakan dan disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan jumlah kata.

Berikut adalah level-level bacaan yang ada pada buku terbitan Penguin Reader:

1.      Level 0: easystarts (200 kata)
2.      Level 1: Beginner (300 kata)
3.      Level 2: Elementary (600 kata)
4.      Level 3: Pre-Intermediate (1200 kata)
5.      Level 4: Intermediate (1700 kata)
6.      Level 5: Upper Intermediate (2300 kata)
7.      Level 6: Advanced (3000 kata)

Saya mengambil bahan bacaan tersebut untuk kemudian diterjemahkan. Sebagai awalan saya memulai dari tingkatan terbawah, yakni easystarts. Buku pertama yang saya terjemahkan dari level ini berjudul April in Moscow karya Stephen Rabley. Buku cerita ini dilengkapi dengan gambar sehingga memudahkan kita untuk memahami maksud cerita. Di bawah ini adalah hasil terjemahan yang saya lakukan. Mengingat saya adalah seorang pemula, semoga terjemahan ini  bisa dipahami.

***

Judul: April di Moscow

Penulis: Stephen Rabley

April Fox adalah seorang penari. Dia bekerja untuk British Dance Company di Leeds. Pimpinannya  adalah Maria Grant. Pada suatu senin pagi, April datang lebih cepat. Dia bertemu Maria di mesin kopi. “Saya punya beberapa berita baik,” kata Maria. Ada sebuah amplop di tangannya.

“Sungguh? Apa itu?” tanya April.

Maria tersenyum. “Tunggu dan lihat saja,” katanya.

Pada pukul sepuluh para penari sedang menyelesaikan kelas pertamanya. Tiba-tiba, Maria berjalan masuk ke ruangan.“Bisakah saya bicara dengan kalian semua?” katanya.

“Ada apa ini?” tanya teman April, Laura.

“Saya tidak tahu,” jawab April. Musik berhenti.

“Saya mendapatkan surat dari Moscow,” kata Maria. “Orang-orang Rusia menginginkan kita untuk menari di sana bulan depan.”

***

Enam minggu kemudian, April berada di bandar udara Heathrow di London.

“Kamu akan mendapatkan waktu yang menyenangkan,” kata ayahnya.

“Tentu saja dia akan mendapatkannya, George,” kata Nyonya Fox. “Sekarang April, apakah kamu sudah membawa semuanya? Tiket, paspor, uang … ?”

April tersenyum, “Iya, bu.”

Dia pamit kepada kedua orangtuanya. Kemudian dia melihat Laura dan Maria.

“Ayo!” kata Laura. “Waktunya berangkat.”

Di atas pesawat April dan Laura membicarakan tentang Moscow. Keduanya sangat bahagia.

“Saya ingin melihat semuanya,” kata Laura. “Benteng Kremlin, lapangan Merah, Teater Bolshoi …”

“Aku juga,” kata April, “dan saya ingin bertemu banyak orang.”

“Jangan lupa kita ke sana untuk bekerja,” kata Maria sambil tersenyum.

Di Moscow sebuah bus membawa penari itu ke hotel mereka. Kamar hotel April dan Laura berada di lantai dua. Laura  masuk ke kamar dan meletakkan tasnya.

“Bagus! Ada TV, “ katanya dan menyalakan TV tersebut. Seorang lelaki sedang membaca berita. Dia menekan tombol lainnya. Sekarang menampilkan sebuah video klip. “Lihat April,” katanya. “Rock and Roll Rusia.”

Tetapi April tidak mendengar. Dia sedang melihat keluar jendela. “Moscow,” pikirnya. “Saya di Moscow.”

***

Hari berikutnya para penari itu bekerja sangat keras. Tarian mereka untuk festival Green Ocean, adalah tarian baru dan sangat sulit. Mereka mulai pada pukul delapan pagi dan selesai pada pukul enam sore. Kemudian, setelah makan malam, mereka pergi ke Teater Bolshoi.

“Ini indah,” kata April. Laura duduk di sampingnya. “Ini sangat indah,” katanya. Kemudian mereka menyaksikan penari-penari Rusia. Mereka semua tinggi, kuat, dan sangat, sangat cakap.

Hari setelahnya, April dan Laura selesai pada pukul tiga sore. Mereka pergi ke sebuah kafe dan meminum teh Rusia. Kemudian Laura melihat ke peta Moscow miliknya. “Ke mana kamu mau pergi? Museum Pushkin dekat dari sini,” katanya.

“OK, ayo ke sana,” kata April. Kemudian dia melihat orang orang-orang di kafe. “Saya ingin berbicara kepada mereka,” pikirnya. “Tapi bagaimana caranya? Saya tidak bisa bahasa Rusia.”

Di jalan dekat museum ada sebuah pasar kecil. “Oh Laura, lihat,” kata April. Dia melihat beberapa kotak berwarna kuning dan merah di atas sebuah meja. “Kotak-kotak itu cantik.”

“Itu kotak musik,” kata seorang lelaki muda berkacamata.

“Kamu bicara bahasa Inggris!” kata April.

Lelaki itu tesenyum, “Saya mempelajarinya di Universitas.  Teman saya Nikolai dan saya hanya bekerja di sini saat akhir pekan.

April dan Laura berbincang cukup lama dengan mereka. Sasha–lelaki yang berkacamata–berbicara bahasa Inggris cukup baik. Nikolai hanya berbicara sedikit.

Setelah dua puluh menit, Sasha mendapatkan sebuah ide. “Dengar,” katanya. “Kami akan pergi ke pedesaan besok untuk liburan. Beberapa teman kami akan ikut. Apakah kalian ingin ikut? Desa itu tidak terlalu jauh.”

Pagi harinya, Sasha dan Nikolai tiba di hotel para gadis itu menggunakan mobil ayah mereka. Tiga orang ikut bersama mereka–Lara, Igor, dan  Sonya.  Mereka berkendara menuju sebuah danau dekat dari Moscow. Setiap orang tertawa dan mengobrol. Saat berada di danau mereka makan siang. Setelah itu Nikolai memainkan gitar dan bernyanyi lagu-lagu Rusia. April mendengarkannya.

Terdapat sebuah perahu di pinggir danau itu. Sore harinya, April dan Nikolai berkeliling menggunakan perahu tersebut. Nikolai menatap April dan tersenyum. April membalas senyumannya. “Di sini sangat indah,” kata April.

Nikolai menatap matanya. “Ya” katanya. “Indah, dan kamu … juga… indah. Saya …”

“April!” teriak Laura. “Ayo, waktunya pulang!”

***

Kembali ke Moscow.di mana banyak hal yang harus dilakukan. Semua penari bekerja sangat keras dan mereka tidak memiliki waktu kosong. April lelah, juga sedih. Dia ingin bertemu Nikolai lagi.  “Tapi bagaimana?” pikirnya. “Di mana? Kapan? Dia berada di desa dan saya di sini di Moscow.”

Kemudian malam besar British dance Company itu tiba.

“Semoga sukses semuanya,” kata Maria.

Sore berlalu sangat cepat. April hanya memikirkan tentang satu hal–Green Oceans. Tapi kemudian, dua jam setelahnya, musik berhenti. Dia berdiri di bawah cahaya lampu berwarna putih. Laura dan semua penari yang lain berada di sampingnya. Setiap orang yang berada di dalam gedung teater melempar bunga ke atas panggung.

“Saya pikir, mereka menyukai kita,” kata Laura. Nampak senyum pilu di wajah April. “Ya,” katanya. “Saya pikir juga seperti itu.”

Dua puluh empat jam setelahnya, semua penari British berada di bandara Moscow. “Sekarang saya tidak akan pernah bertemu  Nikolai lagi,” pikir April. “Dan saya tidak dapat menulis surat untuknya. Saya tidak tahu alama …”

Kemudian seseorang memanggil namanya. Dia berbalik. Itu Nikolai!

“Pesawat berangkat,” kata Maria Grant.

April  melihat Nikolai. Dia memberinya sebuah bingkisan dan berjalan pergi.

Di atas pesawat, April duduk di samping Laura. Matanya sembab. Dia membuka bingkisan tersebut. “Oh, lihat,” kata Laura. “Itu kotak musik yang ada di pasar waktu itu. Dan ada surat juga. Apa isinya?”

Tetapi April tak mampu berkata sebab sangat bahagia. Dia membaca surat itu.

“Bolehkah saya datang dan bertemu denganmu di Inggris?”

“Oh, Nikolai, ya,” pikirnya. “Ya, kamu bisa!”

0 komentar: