Masih di buku terbitan Penguin Reader level easystarts . Buku ini berjudul The Last Photo tulisan Bernard Smith. Terjemahan yang ...

Terjemahan: Foto Terakhir





Masih di buku terbitan Penguin Reader level easystarts. Buku ini berjudul The Last Photo tulisan Bernard Smith. Terjemahan yang saya lakukan seperti di bawah ini. Sekali lagi, ini mungkin agak sulit dipahami sebab terjemahan ini tidak dilengkapi gambar seperti yang ada pada bukunya. Selain itu, hasil terjemahan ini memang masih sangat buruk dan jauh dari kata baik.

***

Judul: Foto Terakhir

Penulis: Bernard Smith

Sabtu sore. Martin dan saudara perempuannya, Pam berada di Universitas Cambridge seharian.  Mereka sedang melihat-lihat keindahan bangunan tua dari Universitas itu. Pam mempunyai kamera. Dia senang mengambil gambar dan kadang-kadang sangat bagus. Tapi terkadang juga sangat jelek dan Martin menertawakannya.

Pukul 5 sore. Pam dan Martin menuju rumah. Mereka lelah setelah hari yang teramat panjang. Mereka berada di taman dekat terminal bis. “Ayo ambil foto terakhirmu,” kata Pam.

“Oh jangan, jangan lagi,” kata Martin.

“Ayolah,” kata Pam. “Ini yang terakhir. Saya mau menghabiskan film terkhir di kamera saya.”

“Baiklah kalau begitu,” kata Martin.

Dia berdiri di depan bunga-bunga.

“Lihat saya,” kata Pam dan menjepret.

Seorang lelaki dengan ransel di punggungnya berjalan diantara Pam dan Martin.

“Oh tidak,” kata Pam. “Saya mengambil gambar laki-laki itu, bukan kamu, Martin.”

Lelaki itu melihat Pam. Dia marah. Dia menyeberang jalan tanpa mengucap sepatah kata pun.

“Lelaki itu terlihat tidak baik, bukan?” kata Martin.

“Tidak,” kata Pam. “Dan itu menjadi juga gambar terakhir dari film kamera saya.”

Lelaki dengan ransel itu menuju terminal bis. Dia memakai kacamata dan topi berwarna biru.

“Ayo,” kata Martin. “Ayo cari ibis kita.”

Mereka menuju teminal bis.

“Lihat,” kata Martin. “Ada lelaki yang tadi. Dia masuk ke bis itu. Dia akan ke Aberdeen. Itu di Skotlandia.”

“Bagus,” kata Pam. “Jauh dari sini dan jauh dari saya!” Dia marah kepada lelaki itu.

Tiga hari setelahnya, pada hari selasa, Pam sudah mencetak foto-fotonya.

“Lihat, ini,” katanya ke Martin. “Ini foto-foto kita di Cambridge.”

“Oh, semuanya sangat bagus,” kata Martin.

“Tapi tidak untuk foto terakhir ini,” kata Pam. “Lihat lelaki dengan tas punggung itu.”

Di foto tersebut, lelaki itu berada di depan Martin. Kamu tidak dapat melihat Martin yang berada di belakang lelaki yang memakai ransel itu.

“Tunggu sebentar,” kata Martin. “Saya kenal wajahnya. Itu ada di koran. Kamu sudah melihatnya?”

“Koran hari ini?” kata Pam. “Ya. Kenapa?”

“Ya, Ini dia. Lihat gambar ini,” kata Martin.

Pam melihat gambar yang ada di surat kabar itu.

“Siapa itu?” tanyanya

“Di Koran, namanya Alan Rook,” kata Martin. “Dan dia bekerja di sebuah bank di London. Tapi pada senin  pagi–kemarin pagi–Alan tidak ada! Orang-orang di bank tidak mengetahui keberadaanya. Dan mereka bilang, Alan Rook membawa ratusan ribu pound. Polisi sedang mencarinya juga.”

“Tapi apakah itu lelaki yang di foto saya?” tanya Pam. “Dia tidak punya janggut dan dia tidak punya rambut.”

“Perhatikan telinganya. Perhatikan hidungnya,” kata Martin. “Itu dia. Saya tahu.”

Martin mendapatkan ide. Dia mengambil pensil dan mulai menggambar di surat kabar.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Pam.

“Perhatikan,” kata Martin. “Saya menggambar kacamata hitam dan janggut ke lelaki yang di foto ini. Sekarang saya menggambar topi di kepalanya. Lihat? Sekarang perhatikan dua gambar ini.”

“Kamu benar,” kata Pam. “Itu dia. Si Alan Rook.”

“Ayo,” kata Martin. “Bawa foto ini ke polisi.”

Di kantor polisi, Martin dan Pam berbicara dengan seorang polisi. Mereka meletakkan fotonya Pam dan gambar di surat kabar itu di atas meja dan mereka mencertikan kejadiannya.

“Itu Alan Rook,” kata polisi. “Di Cambridge pada pukul 5 sore hari sabtu. Pertanyaan besarnya–di mana dia sekarang?”

“Kami pikir kami tahu. Dia di Skotlandia, di Aberdeen,” kata Pam. “Atau dekat dari sana.” Mereka menceritakan kepada polisi tentang lelaki itu dan bis ke Aberdeen.

“Dia memakai ransel dan sebuah tenda di punggungnya seperti pada foto itu,” kata polisi. “Dia tidak menginap di hotel. Dia berkemah. Jika kita beruntung, dia tetap di Skotlandia. Saya harus menelepon.”

Polisi itu menelepon kantor polisi di Aberdeen.

“Alan Rook di Skotlandia,” katanya. “Kami pikir dia sedang kemping di dekat Aberdeen. Sekarang dia  sedikit berjanggut.”

Keesokan harinya, polisi di Aberdeen menemukan Alan Rook di sebuah tenda di gunung dekat Aberdeen. Uang dari bank ada di ranselnya.

Pagi berikutnya, cerita Pam dan Martin ada di semua surat kabar. Ada foto Alan Rook yang dipotret oleh Pam di terminal bis. Ada gambar Martin dan Pam juga.

Surat kabar itu memuat:

SEORANG WANITA MEMOTRET ALAN
POLISI DI ABERDEEN MENEMUKAN UANG BANK

Orang-orang di bank sangat senang. Mereka memberi Pam dan Martin ribuan pound.

“Foto terakhir saya adalah salah satu yang terbaik setelah semua yang terjadi,” Pam tertawa. “Sekarang saya bisa memberi kamera baru yang lebih bagus.

0 komentar: