Saya memiliki sebuah laptop, yang pada sebuah tulisan saya pernah berkata  bahwa ia adalah salah satu benda berkesan yang saya punya. Saya ...

Asus VivoBook S15 S510UQ dan Fitur-Fitur yang Mendukung Kerja-Kerja Kepenulisan

Saya memiliki sebuah laptop, yang pada sebuah tulisan saya pernah berkata  bahwa ia adalah salah satu benda berkesan yang saya punya. Saya membelinya atau tepatnya dibelikan orang tua pada tahun 2009. Itu artinya, kurang lebih sudah delapan tahun ia menemani saya, dari SMA hingga tamat kuliah pada tahun 2017 ini. Saya bilang berkesan, sebab memang memiliki banyak kenangan, mulai dari digunakan untuk bermain game hingga sukses menemani saya menyelesaikan skripsi. Pernah suatu ketika saya dan teman SMA bolos dari satu mata pelajaran di sekolah dan menghabiskan waktu hanya untuk bermain game bola di laptop itu. Sungguh perbuatan yang tak patut ditiru. Tapi, terlepas dari itu, kesan yang paling saya suka, laptop itulah yang menemani saya berproses dalam dunia tulis-menulis sampai saat ini, termasuk juga ngeblog.

Tapi seiring berjalannya waktu, saya merasa performanya terus menurun. Kemungkinan penyebabnya ada dua, pertama karena  faktor umur dan kedua karena pernah terjatuh. Saya sangat yakin penyebab kedualah yang lebih berpengaruh, terutama sewaktu terjatuh untuk yang kedua kalinya. Saat itu tiba-tiba baterainya tidak bisa menyimpan daya. Alhasil, saya musti terhubung terus dengan listrik jika menggunakannya lagi. Tak hanya itu, processor dan kawan-kawannya juga bermasalah. Kinerjanya lemot dan sering ngelag. Kerja-kerja multitasking seakan tak sanggup lagi dilakukannya. Yang paling menjengkelkan adalah, ketika sedang mengetik, menonton, browsing, ataupun bekerja dengan aplikasi-aplikasi lain, sering muncul pemberitahuan not responding atau kadang-kadang juga kursornya loading terus-menerus. Kalau sudah seperti itu, saya sering mematikan paksa.
Saat-saat menjengkelkan seperti itulah saya sering berpikir untuk mengganti laptop itu dengan yang baru. Saya merasa kinerjanya sudah tidak memungkinkan dengan kebutuhan saya, utamanya dalam kerja-kerja kepenulisan termasuk juga blogging. Kalau hanya sekadar buat tulisan dan mem-posting-nya di blog, sebetulnya  masih sanggup. Hanya saja, jika ingin mengahadirkan gambar ilustrasi ataupun video dalam konten blog saya misalnya, ia sudah terseok-seok.

Beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah review perihal salah satu laptop terbaru besutan Asus. Perusahaan yang berbasis di Taiwan ini menamai laptopnya dengan nama VivoBook S15 S510UQ. Kesan pertama setelah membaca tulisan itu: ngiler. Bagaimana tidak, jeroannya didukung oleh processor Intel Core i5 7200U, RAM 4GB, dan dua buah storage yang dikombinasikan antara HDD sebesar 1TB dan SSD sebesar 128GB. Saya membayangkan seandainya VivoBook ini menggantikan laptop saya tadi, sungguh segala yang lemot-lemot tak akan tejadi dan saat menulis ataupun ngeblog tentunya akan lancar jaya. Wusss wusss ….

Processor Intel yang disematkan pada VivoBook  tersebut, merupakan processor terbaru dari Intel yakni Intel Core generasi ketujuh atau Kaby Lake. Processor itu memiliki cache sebesar 3MB  dan punya kecepatan 2.5GHz yang bisa ditingkatkan hingga 3.GHz. Selain itu, dari segi grafis, Asus melengkapinya dengan Nvidia Geforce 940MX. Ini tentunya akan sangat menunjang jika kita butuh hiburan dengan bermain video game misalnya. Tampaknya dari segi performa dan grafis Asus VivoBook S15 S510UQ  tak perlu diragukan lagi kualitasnya.
Penampakan Asus VivoBook S15 S510UQ

Melihat dari kekuatan performa yang dihadirkan itu saja, saya sudah sangat yakin Asus VivoBook S15 S510UQ adalah  pengganti yang pas laptop saya yang sudah uzur. Terlebih saya adalah tipe pengguna yang tidak terlalu mementingkan tampilan. Performa yang baik sudah cukup dan hal-hal lain di luarnya, tak jadi masalah. Tapi melihat karena teknologi yang dipunya Asus VivoBook S15 S510U ini, saya sepertinya berubah pikiran. Saya berpikir bahwa performa laptop ternyata bukanlah satu-satunya yang membuat kita nyaman menulis. Terkadang terdapat laptop yang performanya bagus tapi cepat panas, atau baterainya tak tahan lama. Terkadang juga terdapat laptop yang performanya sangat baik tapi ukurannya lumayan besar. Hal-hal seperti itulah yang terkadang membuat kerja menulis dengan laptop menjadi repot dan tidak praktis.

Asus Vivobook S15 S510U, meskipun memiliki performa yang mumpuni, namun ia tetap mengedepankan aspek-aspek yang lain. Untuk itu, berikut saya ulas beberapa fitur-fitur Asus VivoBook S15 S510U, yang sebetulnya akan sangat membuat nyaman dalam kerja-kerja kepenulisan. Tentunya ini hanya berdasarkan pandangan saya sebagai seorang penulis pemula.

Teknologi NanoEdge
Selain dari kekuatan performa yang luar biasa, Asus VivoBook S15 S510UQ juga memiliki fitur-fitur yang menarik. Salah satunya adalah memiliki layar 15,6 inci tetapi bodinya hanya berukuran sebesar laptop 14 inci. Jika dicermati, kesannya mungkin agak tidak masuk akal. Saya pun dibuat bertanya-tanya, bagaimana mungkin layar lebih besar daripada bodi? Tapi ini terjawab dengan adanya teknologi NanoEdge Teknologi ini memungkinkan sebuah panel layar dapat masuk ke dalam bingkai laptop yang ukurannya lebih kecil. NanoEdge pada Asus VivoBook S15 S510UQ ini menggunakan bingkai yang sangat tipis, yakni 0,78 cm. Hal ini memberikan rasio 80% antara layar dan bodi sehingga bagian permukaan laptop bisa dimaksimalkan penggunaannya oleh layar. Dengan adanya teknologi NanoEdge ini, membuat layar menjadi lebih lebar. Hal inilah yang tentunya akan membuat nyaman menggunakannya ketika mengetik. Teknologi NanoEdge ini adalah keunikan Asus VivoBook S15 S510UQ dalam desainnya.

Bingkai layar Asus VivoBook S15 S510UQ yang Sangat Tipis



Tipis dan Ringan
Salah satu kendala penulis menurut saya adalah ketika bepergian jauh dan harus tetap membawa laptop. Laptop akan menambah beban tas yang dipakai bepergian tersebut. Tentunya ini pengecualian untuk laptop yang ukurannya kecil dan ringan. Tapi, untuk laptop yang berukuran besar dan berat, hal ini sedikit merepotkan. Selain cukup berat, laptop yang besar juga kurang praktis digunakan dalam perjalanan.

 Asus VivoBook S15 S510UQ memiliki ukuran yang lebih tipis dan lebih ringan. Beratnya hanya 1,5 kg dan ketebalannya hanya 1,79 cm. Sangat tipis. Dengan berat dan ketebalan seperti itu, tentunya akan  sangat memudahkan jika dibawa bepergian dan cukup nyaman digunakan untuk mengetik ketika dalam perjalanan.
Sangat Tipis dan Ringan Sehingga Mudah Dibawa Ke Mana Saja



Keyboard yang Nyaman untuk Menulis
Kenyamanan mengetik di laptop tak terlepas dari keyboard yang tersemat di laptop tersebut. Tombol yang tidak empuk dan tidak membal memungkinkan ketidaknyamanan dalam mengetik. Bahkan ada juga beberapa laptop yang ukuran tombol keyboard-nya kecil dan terlalu rapat. Itu sedikit menyulitkan ketika melakukan pengetikan.

Asus VivoBook S15 S510UQ tentunya menghindari hal-hal semacam itu. Meskipun saya tidak pernah merasakan langsung sensasi mengetik di Asus VivoBook S15 S510UQ, tapi jika dilihat sekilas dari penampakan keyboard-nya, jarak antar tombol cukup lega Hal itu membuat proses pengetikan akan menjadi nyaman dan lebih akurat.

Tombol Keyboard yang Lega 



Sistem IceCool
Salah-satu ketidaknyamanan saya selama ini dalam mengetik menggunakan laptop adalah panas yang terjadi pada bodinya. Laptop saya sendiri juga mengalami hal itu, bahkan tetap panas walaupun menggunakan kipas eksternal. Mengetahui bahwa Asus VivoBook S15 S510UQ dilengkapi sistem pendingin yang disebut IceCool,saya  jadi membayangkan sensasi mengetik dengan meletakkan laptop di atas paha. Sudah sangat lama saya tidak melakukan hal itu disebabkan laptop saya yang sangat tidak memungkinkan.

Teknologi Asus IceCool sendiri hadir sebagai sistem pendingin yang akan membuat laptop tetap dingin walaupun telah digunakan berjam-jam lamanya. Sungguh luar biasa. Saya dalam proses menulis sangat sering menggunakan laptop sampai berjam-jam tanpa dimatikan dan itu membuat bodi laptop terkadang menjadi sangat panas. Dengan adanya teknologi IceCool, tampaknya Asus VivoBook S15 S510UQ berusaha mengahadirkan kenyamanan penggunaan–termasuk juga mengetik–dalam waktu yang lama.


Sistem IceCool yang Membuat Laptop Tetap Dingin Walau Digunakan Berjam-Jam



Baterai Tahan Lama dan Pengisian yang Cepat
Daya tahan penggunaan baterai merupakan salah satu aspek penting dalam penggunaan laptop. Kenapa laptop disebut komputer jinjing, sebab ia  dapat digunakan di mana saja dan kapan saja. Kalau baterainya soak, tentunya dalam penggunaannya sudah tidak fleksibel lagi. Saya memiliki laptop yang baterainya tidak lagi mampu menyimpan daya. Kalau listrik mati, mati jugalah ia. Akan sangat menjengkelkan lagi ketika sedang mengetik tulisan kemudian listrik mati dan tulisan belum tersimpan. Mungkin saya termasuk golongan orang-orang yang bersabar pada saaat-saat seperti itu. Maka dari itu, berkaitan dengan daya tahan baterai ini Asus juga mencoba menunjukkan varian teknologinya.

Ada dua teknologi yang membuat baterai Asus VivoBook S15 S510UQ tahan lama, yakni Super Battery dan Asus Battery Health Charging App. Super Battery membuat baterai tahan lama hingga tiga kali lipat lebih panjang. Teknologi ini juga memungkinkan pengisisan hingga 900 kali sebelum daya tahan baterainya menurun. Selain itu, dengan Super Battery, membuat baterai dapat diisi ulang dengan cepat. Pengisian dari kondisi 0% hingga 60% hanya membutuhkan waktu 49 menit saja. Sementara itu, teknologi Asus Battery Health Charging App memungkinkan membatasi tingkat pengisian baterai oleh charger. Teknologi ini dapat memperpanjang masa pakai baterai dan memastikan baterai dalam kondisi baik. Dua teknologi ini sangat membantu mobilitas untuk menulis di mana pun dan kapan pun.
Super Battery Membuat Baterai Menjadi Tahan Lama



Sensor Sidik Jari
Sensor sidik jari adalah salah satu fitur yang saya sukai dari Asus VivoBook S15 S510UQ. Dengan didukung fitur aman dari Windows Hello, penggunanya dapat masuk ke sistem operasi hanya dengan sentuhan jari. Fitur ini tentunya bertujuan untuk memastikan keamanan data.


Sensor Sidik Jari Berad di Pojok Kanan Atas Touchpad

Fitur ini tak terlalu berkaitan dengan kerja menulis. Akan tetapi saya sudah sangat sering mendengar cerita tentang naskah tulisan yang hilang dan tentunya itu sangat menyakitkan bagi seorang penulis. Untuk menghindari kejahatan orang yang tidak bertanggung jawab, fitur ini sangat berguna untuk menjaga keamanan tulisan sebab untuk masuk sistem operasi membutuhkan sidik jari si empunya laptop.

***

Melihat performa luar biasa dan fitur menarik yang dihadirkan tadi, saya sangat yakin laptop inilah yang sangat pantas menggantikan laptop saya yang reyot itu. Asus VivoBook S15 S510UQ adalah perangakat sempurna yang bisa membantu saya mengarungi dunia kepenulisan. Dengan harga yang Rp 9.799.000, laptop ini terbilang cukup murah ketimbang laptop middle-end lainnya. Oleh karena itu, saya sudah membulatkan tekad untuk memiliki laptop ini, tetapi dengan satu syarat: kalau sudah ada rejeki. Hahaha. Semoga saja. Amin.

Sekian. 




0 komentar: