Foto oleh LukmanAnthy yang bersumber dari  ayonaikbis.com Sebagai salah seorang yang terbilang sering menggunakan Angkutan Kota Ant...

Panduan Sederhana Menikmati Perjalanan dengan Bus Malam Kelas Eksekutif


Foto oleh LukmanAnthy yang bersumber dari ayonaikbis.com


Sebagai salah seorang yang terbilang sering menggunakan Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), saya harus akui bahwa bus malam kelas eksekutif (selanjutnya disebut bus malam),  adalah salah satu surga yang tak dirindukan dalam dunia angkutan umum. Bagaimana tidak, ketika angkutan darat lain menghadirkan dempet-dempetan, panas-panasan, terlempar kiri-kanan, dan terombang-ambing karena lubang, bus malam ini justru menghadirkan kondisi yang berbeda; adem karena memang berpendingin ruangan, kursi besar empuk yang sandarannya bisa dimiringkan, selimut, plus bantal unyu’-unyu’ yang bisa dipeluk. Kondisi yang mana mungkin ada pada angkutan kecil macam P*nther atau Kij*ng. Makanya, ketika saya melakukan perjalanan jauh, bus malam menjadi opsi teratas. Selain nyaman dan tidak melelahkan, kadang-kadang tibanya juga sangat cepat; miringkan sandaran kursi, pakai selimut, peluk bantal, tutup mata, dan saat melek, tahu-tahu sudah tiba di tujuan pada subuh hari. Warbiasyah.

Selama menjadi pengguna, terdapat beberapa kelas bus malam yang pernah saya coba. Ada kelas biasa, kelas VIP yang dilabeli suspensi udara, hingga yang paling mewah–yang dilengkapi fasilitas tempat tidur. Semuanya menjanjikan kenyamanannya masing-masing. Hanya saja kalau lagi apes, ya dapat bus yang bisa dibilang rongsok. Ada bus yang air AC-nya menetes-netes kena muka, pernah juga ada bus yang di tengah perjalanan salah satu komponennya terbakar, atau yang paling sial, dipindahkan ke bus lain karena bus yang ditumpangi bermasalah. Yang terakhir inilah yang paling menjengkelkan, sebab bisa-bisa duduk lesehan di koridor bus sepanjang perjalanan. Isitilah kerennya mallorong, dan itu sangatlah melelahkan.

Melakukan perjalanan dengan bus malam memang memberikan kenyamanan di atas rata-rata meskipun harga tiketnya juga di atas rata-rata. Untuk rute Makassar-Mamuju misalnya, harga tiket dibanderol pada kisaran Rp 160.000 hingga Rp 200.000. Sangat berbeda dengan angkutan kecil yang harganya bisa setengahnya. Namun pengeluaran materi yang banyak itu tidak akan berarti apa-apa jika memang mampu memberikan kenyamanan. Bukankah kenyamanan juga yang dibutuhkan  dalam sebuah hubungan? Ehh.

Tapi terlepas dari semua itu, perjalanan dengan bus malam memang harus dinikmati agar mendapat kepuasan maksimal. Pada dasarnya pun cara menikmatinya sama saja–setidak-tidaknya menurut pengalaman pribadi saya. Di bawah ini adalah cara mudah menikmati bus malam yang semoga bermanfaat dunia-akhirat. Tapi sebelum menerapkannya, pastikan barang berharga anda dalam keadaan aman sebab panduan ini dapat menyebabkan kelengahan yang teramat sangat.

Baca Doa
Membaca doa adalah hal pertama dan yang paling utama karena senyaman apapun perjalanan, kalau tidak selamat tiba di tujuan, ya sama juga bohong. Untuk itu, ketika telah berada di kursi bus, panjatkanlah doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi keselamatan hingga tujuan. Kemudian pada saat bus mulai berjalan dan meninggalkan terminal, bacalah doa tidur karena setelah itu merupakan waktu yang sangat tepat untuk memiringkan sandaran kursi, tarik selimut, peluk bantalnya, dan tidur.

Membuka Obrolan Basa-basi
Ruangan penumpang pada bus terdiri dari beberapa baris kursi. Setiap baris terdiri dari empat kursi. Dua kursi berdampingan pada satu sisi ruangan bus, sementara dua lainnya pada sisi yang berbeda, menyisakan semacam lorong kecil di tengah sebagai tempat berjalan. Letak kursi seperti itu, membuat kita mau tidak mau harus duduk bersampingan dengan penumpang lain–kecuali kalau penumpang bus lagi sepi. Nah, pada saat itulah obrolan basa-basi dibutuhkan. Jangan pernah sepelekan obrolan basa-basi ini karena percakapan basa-basi adalah pemecah keheningan. Paling tidak, tanyakan tujuannya, siapa tahu saja dia adalah tetangga samping rumah, saudara jauh, atau teman SD yang utangnya belum lunas. Jika sudah begitu, urusannya bisa panjang dan bukan obrolan basa-basi lagi. Tapi kalau bukan, ya ngobrol saja sampai bosan. Kalau sudah puas, saatnya miringkan sandaran kursi, tarik selimut, peluk bantalnya, dan tidur.

Dengarkan Lagu Mendayu-dayu
Sebelum berangkat, setel playlist di ponsel dengan lagu mendayu macam lagu dari Payung Teduh atau Efek Rumah Kaca sebab di sepanjang perjalanan kita akan disuguhi suasana gelap dengan pemandangan lampu jalan, lampu kendaraan, atau bintang-bintang. Sungguh remang, dan lagu seperti Tidurlah atau Kamar Gelap cukup ampuh  mengantar kita ke pembaringan. Namun jika tidak punya koleksi lagu tersebut, tenang saja, sound system bus akan membayar tuntas dengan Gelas-Gelas Kaca, Sepanjang Jalan Kenangan, ataupun Teluk Bayur. Kalau sudah terbawa alunan musik, jangan ragu lagi untuk memiringkan sandaran kursi, tarik selimut, peluk bantalnya, dan tidur.

Bawalah Makanan
Dulu pada awal-awal saya mulai menggunakan bus malam, pak supir selalu menyempatkan mampir di warung makan. Namun entah kenapa– mungkin karena kejar waktu–belakangan ini hal itu sudah tidak pernah lagi. Sebagai antisipasi terjadinya kelaparan tengah malam, bawalah perbekalan dari rumah yang paling tidak mampu untuk mengganjal perut–jalangkote atau panada bisa menjadi salah dua opsi. Jangan bawa makanan berat sebab aromanya bisa menyebar keseluruh ruangan. Jangan lupa juga untuk menawarkan ke penumpang  lain yang duduk di samping anda sebab ditakutkan terjadi kengileran yang luar biasa dalam hidupnya. Setelah itu, saya yakin anda akan merasa bahagia sebab berbagi itu memang indah. Kalau pun dia menolak, ya sudah, hajar saja sendiri. Tapi masalahnya kemudian adalah ketika makanan habis. Untuk permasalahan ini, tenang saja, jawabannya sederhana; miringkan sandaran kursi, tarik selimut, peluk bantalnya, dan tidur.

***

Itulah tadi cara sederhana menikmati perjalanan dengan menggunakan bus malam, yang semoga bisa dijadikan referensi ketika hendak melakukan perjalanan antar kota antar provinsi pada malam hari. Jika ingin mengikutinya, ya silakan saja, sebab itu artinya tulisan ini ada manfaatnya. Tapi jika tidak, ya juga tidak masalah. Sebaiknya saya akhiri saja, jika ada jarum yang patah jangan disimpan di dalam laci, jika ada kata yang salah jangan disimpan di dalam hati. Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan. Wassalam. 

1 komentar: