Ilustrasi: Pixabay.com Kita dapati manusia serupa tikus, badannya bau kakus sehabis berlibur dari pembuangan beringus. Tikus be...

Manusia Tikus

Ilustrasi: Pixabay.com

Kita dapati manusia serupa tikus,
badannya bau kakus
sehabis berlibur dari pembuangan beringus.
Tikus berengsek merengsek dari comberan membecek
menebar benyek disekujur ceruk yang mampet.

Kita dapati manusia serupa tikus,
mukanya tirus
sering memahat pada gurihnya kardus.
Tikus sialan berjalan dari pagar gedongan menuju gang-gang
mengantong bualan mencuri kehidupan.

Kita dapati manusia serupa tikus,
tangannya rakus
membawa pisau terhunus.
Tikus bajingan dengan mata tajam
diam-diam membolong kantongan
merenggut uang simpanan
di bilik kesusahan orang-orang.

Kita dapati manusia serupa tikus,
mulutnya mulus
mengembara menghisap darah, haus.
Tikus jahannam menenteng lawakan
melawan dengan taring memakan
manusia-manusia pinggiran.

Kita dapati manusia serupa tikus,
otaknya tidur tergerus
mengulur-ulur masa, hangus.
Tikus laknat yang tersemat kuat
terkadang kumat
dalam diri manusia diri.
Menyendiri.

Manusia tikus kembara dimana-mana;
teras rumah
ruang sekolah
kantor desa
pemimpin massa
kepala kota
menteri agama
diri manusia

Ketika manusia menjelma tikus,
ia membangun pengasingan dirinya.
Mengotak liang menjatuhkan tanah disekujur tubuhnya.

Ketika manusia menjelma tikus,
ia letakkan si muka dua di kepalanya.
Mengaspal serapah di jalan hidupnya.

Dan ketika manusia menjelma tikus,

mulailah menjadi percuma,

tak dipercaya,

sia-sia.


 Mamuju, Desember, 2016


~hym~
*Penulis yang ingin belajar, pelajar yang ingin menulis

0 komentar: