Sumber:  www.panoramio.com Ditengah perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut untuk mampu bersaing agar...

Bagimu Negeri Menyediakan “Api” : Memaknai Eksistensi PT. Semen Tonasa Berdasarkan Model Seven-S ala McKinsey




Sumber: www.panoramio.com
Ditengah perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut untuk mampu bersaing agar dapat mempertahankan kehidupan organisasinya. Eksistensi perusahaan dapat diraih dengan menghasilkan produk unggulan yang mampu menarik hati para konsumen. Keberadaan konsumen inilah, yang merupakan denyut nadi dari  sebuah entitas bisnis, dan perusahaan yang mampu konsisten akan hal ini, tentunya akan menjadi pemenang dalam dinamika pasar yang semakin kompleks. Hal inilah yang mendorong para petinggi perusahaan untuk merumuskan strateginya sebab seperti kata Wijayanto (2010), pada prinsipnya strategi adalah cara untuk memenangkan persaingan. Dengan strategi yang matang, tak hanya akan membuat perusahan bertahan hidup tetapi juga akan mengantrakannya ke gerbang kesuksesan sebagai organisasi bisnis.

Salah satu sektor bisnis tanah air  yang memilki persaingan yang cukup tinggi adalah industri persemenan. Adanya tren peningkatan permintaaan semen, memperlihatkan bahwa Indonesia adalah pasar potensial dalam sektor ini. Dampaknya adalah banyak pemain baru yang terjun dalam peta pesaingan bisnis semen nasional. Kondisi inilah yang menuntut produsen semen untuk mampu menjalankan strategi yang jitu agar dapat bertahan atau bahkan memenangkan pasar semen di Indonesia.
PT. Semen Tonasa sebagai pelopor industri semen di Kawasan Timur Indonesia (KTI) adalah potret perseroan yang terbilang sukses dalam menjalankan strategi bisnisnya. Sejak berdiri tahun 1968, mereka mampu bertahan ditengah persaingan bisnis semen yang semakin ketat. Berbagai pengembangan pun mereka lakukan seperti pendirian Pabrik Tonasa V berkapasitas 2,5 juta ton yang diresmikan tahun 2014 lalu. Tak hanya itu, ekspansi bisnis juga sukses mereka laksanakan. Tercatat terdapat 9 unit pengantongan yang tersebar disembilan provinsi di Indonesia, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Maluku. Mereka juga melengkapinya dengan beragam fasilitas pendukung, seperti Pelabuhan, Pebangkit Listrik Tenaga Uap (BTG), dan Coal Unloader. Dengan strategi seperti itu, tak heran jika mereka mampu konsisten menghasilkan produk semen unggulan dan mampu menguasai 40% pangsa pasar semen di KTI.
Komitmen PT. Semen Tonasa dalam menghasilkan produk unggulan membuahkan banyak hasil. Di tahun 2015 mereka mampu mencatatkan peningkatan laba komprehensif sebesar 25,49%. Tak hanya itu, perseroan yang berlokasi di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep ini juga berkelindan prestasi. Pada tahun 2014, PT. Semen Tonasa meraih penghargaan Master Brand untuk keempat kali secara berturut-turut dari media Makassar Terkini dan Makassar Research. Kemudian dalam skala nasional, predikat Proper Green berhasil diraih pada tahun 2013. Tak hanya itu, dalam ajang Standar Nasional Indonesia (SNI) Award mereka menyabet penghargaan silver untuk kategori perusahaan besar tahun 2015.
Torehan kesuksesan PT. Semen Tonasa ini merupakan buah dari kerja keras segala elemen dalam perusahaan.  Selain itu, mereka ditopang dengan majemen strategi yang  baik. Meminjam isitilah sepakbola, mereka tahu kapan bermain offesnsive dan kapan bermain defensive dalam pertarungan bisnis semen nasional. Jika dianalisis lebih jauh lagi, keberhasilan pengimplementasian strategi PT. Semen Tonasa merupakan buah dari model Seven-S yang secara tak langsung mereka hadirkan dalam kehidupan perusahaanya. Sebuah konsepsi dari konsultan McKinsey & Co ini mengantarkan mereka mampu berdiri hingga hari ini.  

PT. Semen Tonasa dan Model Seven-S ala McKinsey
Model Seven-S pertama kali dikembangkan pada tahun 1980-an oleh Tom Peters dan Robert Waterman yang bekerja pada konsultan bisnis McKinsey & Co. Mereka merumuskan Seven-S sebagai rekomendasi kepada perusahaan jika ingin berhasil dalam mengimplementasikan strateginya. Sesuai dengan namanya, model ini terdiri dari tujuh aspek, yakni structure, strategy, systems, style, staff, skills dan share value. Ketujuh aspek tersebut memiliki peranan dan saling memengaruhi pencapaian kinerja yang diinginkan organisasi (Wijayanto; 2010).  Model Seven-S sendiri dirumuskan kurang lebih 3 dekade yang lalu, tapi tak berarti konsep ini mati ditelan zaman. Kesuksesan semen tonasa menjadi perusahaan besar dalam industri semen khususnya di Indonesaia Timur adalah bukti masih relevannya Seven-S dalam konteks bisnis hari ini.
Structure
Structure yang dimaksud disini tak lain dan tak bukan adalah struktur organisasi. Seperti dikutip dari Wikipedia, struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal. Dalam konteks bisnis, pengelompokan kerja ini biasanya terbagi menjadi divisi-divisi, seperti divisi Keuangan, Produksi, Pemasaran, ataupun Sumber Daya Manusia (SDM).  Adanya pembagian kerja tersebut membuat individu ataupun kelompok yang diberikan tanggung jawab dalam perusahaan, akan menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Dengan begitu akan membuat segala operasional perusahaan berjalan dengan efektif dan efisien menuju sasaran dan tujuan organisasi.
Keberadaan PT. Semen Tonasa juga ditopang dengan pembagian dan pegelompokan kerja ini. Bahkan jika dilihat dari struktur organisasinya, mereka tidak lagi memperlihatkan model yang sederhana, dimana pemilik dan manejer adalah orang yang sama. Hak kepemilkan PT. Semen Tonasa dimiliki oleh Share Holder dalam hal ini adalah pemegang saham. Sedangkan yang menggerakkan roda perusahaan adalah Dewan Direksi dalam hal ini adalah Direktur Utama beserta semua komponen dibawahnya. Pemisahan pemilik dan manajer ini mencerminkan bahwa PT. Semen Tonasa bukanlah perushaan berskala kecil. Perusahaan ini sangat pantas disebut sebagai perusahaan berskala besar bertaraf nasional bahkan internasional.
Strategy
Strategy atau strategi dalam bahasa Indonesia, adalah cara perusahaan untuk mewujudkan tujuan jangka panjangnya. Dengan adanya strategi, perusahaan akan memilki arah yang jelas untuk mencapai tujuan dan sasaran mereka. PT. Semen Tonasa sendiri juga memiliki tujuan jangka panjang yang dapat kita telusuri dari visi mereka: “Menjadi Perusahaan Persemenan Terkemuka di Indonesia di Bidang Efisiensi dan Berwawasan Lingkungan”. Berdasarakan Annual Report 2015, mereka pun merumuskan strategi-strategi untuk mencapai hal itu, yakni dengan optimalisasi peningkatan/efisiensi produksi, Customer Relationship Marketing, Pertumbuhan Kinerja Keuangan Bekelanjutan, Effective Human, dan Sustainability CSR.
Jika dianalisis lebih jauh, PT Semen Tonasa sebetulnya menjalankan strategi tidak teramat kaku. Misalnya, kita bisa lihat ketika  adanya kebijakan penurunan harga semen oleh pemerintah tahun 2015 kemarin. PT Semen Tonasa pun melakukan program efisiensi untuk menanggulangi potensi penurunan pendapatan mereka.  Hal yang sama juga mereka lakukan saat terjadinya kelesuan volume penjualan, yakni dengan menutup beberapa pabrik yang tidak efisien. Cara-cara yang dilakukan itu, mencerminkan  S yang kedua ini mereka terapkan dengan cukup fleksibel.
Systems
System adalah segala hal yang menyangkut semua prosedur yang ada dalam perusahaan. Sistem yang baik adalah sistem yang memudahkan penggunanya. Perusahaan harus membentuk sistem yang baik ini agar segala operasional perusahan berjalan dengan baik pula. PT. Semen Tonasa bisa dikata berhasil membentuk sistemnya sendiri. Salah satunya adalah yang dikenal dengan istilah Sistem Manajemen Semen Tonasa (SMST). Sebuah sistem yang mengintegrasikan antara mutu produk, lingkungan, kesehatan, dan keselamatan kerja. Tak hanya itu, demi menyesuaikan dengan kemajuan zaman, pengembangan sistem teknologi informasi juga mereka lakukan. Mereka menerapakan Information and Communication Technology (ICT) yang andal sehingga dapat membantu dalam  kegiatan perusahaan. Keberhasilan membentuk sistem SMST, ICT, dan sistem-sistem lainnya ini tentunya semakin memudahkan PT. Semen Tonasa mencapai tujuan organisasi mereka. 
Style
Style berhubungan dengan gaya kepemimpinan dan manajemen dalam organisasi. Sikap seorang pimpinan yang ulet, tangguh, disiplin dan pekerja keras tentunya akan tertular kepada bahwahan yang dipimpinnya. Ini akan berdampak terhadap peningkatan kinerja organisasi secara menyeluruh. Agak sulit memang mengidentifikasi gaya kepemimpinan dalam sebuah organisasi sebab hal ini terkait persoalan personal pimpinannya. Dibutuhkan observasi lebih dalam untuk bisa mengetahui bagaimana cara seorang pemimpin mempimpin organisasinya. Berkaitan dengan itu, penjabaran gaya kepemimpinan jajaran top manajemen PT. Semen Tonasa mengalami hal yang sama. Tidak adanya dasar yang tepat, membuat kesulitan untuk menafsirkan gaya kepemimpinan perusahaan ini. Tapi jika melihat sepak terjang mereka yang melimpah prestasi, sangat sulit rasanya untuk tidak mengatakan bahwa corak kepemimpinan seperti diatas tidak ada dalam keseharian organisasi mereka.
Staff
Staff adalah unsur S yang menjelaskan bagaimana sebuah organisasi menentukan syarat-syarat seorang individu yang pantas masuk kedalam organisasinya. Dalam konteks bisnis, ini biasanya berkaitan dengan rekrutmen karyawan baru. PT. Semen Tonasa punya syarat tersendiri menyangkut rekrutmen karyawan ini. Apabila terjadi kekurangan kapasitas, mereka melakukan rekrutmen pegawai sesuai jumlah dan kualifikasi yang dibutuhkan menurut pendidikan, keahlian dan usia, bekerja sama dengan konsultan rekrutmen dan perguruan tinggi untuk menggaet lulusan terbaiknya (Annual Report PT. Semen Tonasa 2015). Hal ini memperlihatkan bahwa staff (karyawan) baru yang PT. Semen Tonasa rekrut adalah orang berkompeten sesuai apa yang perseroan butuhkan. Maka tak heran jika mereka mampu eksis hingga hari ini karena memang ditopang oleh orang-orang yang berkapasitas dibidangnya.
Skills
Skill bermakna keterampilan. Skill yang dimaksud dalam aspek S ini adalah bagaimana perusahaan melakukan pengembangan keterampilan yang dimiliki karyawannya. Dengan tenaga yang terampil, tujuan perusahaan akan dengan efektif dan efisien untuk dapat dicapai.  Program pengembangan keterampilan yang dilakukan PT. Semen Tonasa dilakukan dengan banyak bentuk seperti, diklat inhouse, diklat exhouse, program pendidikan karyawan dan tugas belajar dalam negeri dan luar  negeri. Di tahun 2015 diklat inhouse yang mereka lakuakan berupa diklat leadership, diklat peningkatan kompetensi jabatan berupa Global Leadership Development Program (GLDP), Tranformation Leadership Development Program (TLDP), Operational Leadership Development Program (OLDP), dan pelatihan Lembaga Sertifikasi Profesi. Sementara itu diklat exhouse meliputi peningkatan kompetensi jabatan, diklat sertifikasi, pelatihan mutu, pelatihan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH), pelatihan purna tugas  dan lain sebagaianya. Berbagai pelatihan-pelatihan tersebut menunjukkan keseriusan PT. Semen Tonasa dalam pemberdayaan dan pengembangan SDM mereka.
Shared Value
Shared Value merupakan komponen inti dari semua S yang ada dalam model McKinsey. Shared value  sendiri bermakna nilai-nilai yang ada dalam perusahaan. Nilai-nilai itulah yang membudaya dan menjadi pedoman berperilaku segala unsur perusahaan, baik karyawan maupun manjemen. Dalam kehidupan orgaisasi PT. Semen Tonasa, nilai-nilai tersebut dihadirkan melalui singkatan “CHAMPS” yang terdiri dari: Compete with a clear synergized vision (Ciptakan visi jelas yang sinergis untuk bersaing), Have high spirit for continues learning (Hidupkan semangat belajar terus-menerus), Act with high accountability (Amalkan tugas dengan akuntabilitas tinggi), Meet customer expectation (Mantapakan usaha untuk penuhi harapan pelanggan), Perform ethically with high integrity (Praktekkan etika bisnis dengan integritas tinggi), dan Strengthen team work (Senantiasa tingkatkan kerjasama). PT. Semen Tonasa menginternalisasikan nilai CHAMPS ini sejak tahun 2012 dan hingga hari ini masih menjadi budaya organisasi mereka.

Bagimu Negeri Menyediakan “Api”
Model Seven-S ala McKinsey hadir dalam kehidupan organisasi PT. Semen Tonasa. Model Seven-S ini menggambarkan kematangan mereka dalam mengelola perusahaanya. Dengan kematangan itulah mereka mampu tampil konsisten menghasilkan produk bermutu dan memberikan pelayanan maksimal kepada konsumennya. Hal tersebut membawa PT. Semen Tonasa menguasai pasar dalam negeri khususnya Kawasan Timur Indonesia dan bahkan mampu menjangkau pasar mancanegara.
Keberhasilan PT Semen Tonasa menghadirkan model Seven-S tersebut menjadi salah satu sebab kesuksesan mereka. Hadirnya segala komponen S yang direkomendasikan McKinsey mengantarkan mereka mampu mencapai tujuan perseroan. Selain itu, hadirnya Seven-S ini memantapkan eksistensi mereka sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia. Sejak berdiri 48 tahun yang lalu, PT. Semen Tonasa terus menyertai  proses pembangunan di negeri ini.

Konsistensi PT. Semen Tonasa menjadi penyuplai kebutuhan semen tanah air menegaskan dukungan mereka terhadap  pembangunan Indonesia.  Semangat-semangat pembangunan dikemas menjadi semen-semen yang didistribusikan ke pelbagai penjuru negeri.  Semen-semen yang dihasilkan dari pabrik mereka menjelma menjadi bagian dari banyaknya bangunan cinta. Menjelma menjadi jalan dan jembatan, menjelma menjadi pondasi rumah-rumah ibadah, ataupun menjadi pengokoh dinding-dinding sekolahan.  Mengutip Chairil Anwar dalam Puisi Diponegoro, “Bagimu Negeri Menyediakan Api”, PT. Semen Tonasa melakukan hal yang serupa. Menyediakan api semangat pembangunan. Menuju masa depan yang lebih baik. Menuju pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.




Daftar referensi
Annual Report PT. Semen Tonasa Tahun 2015.
Anwar, Chairil. 2016. Aku Ini Binatang Jalang: Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Genda , Silahuddin (Ed.) 2015. Semen Tonasa Dalam Bingkai Jurnalis. Makassar: Triplepanta.
Profil PT. Semen Tonasa Tahun 2014.
Wijayanto, Dian. 2012. Pengantar Manajemen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
http://quickstart-indonesia.com/mckinsey-7s/ (Diakses pada 13/10/2016) 

0 komentar: