Bulan delapan tak jua menjatuhkan hujan dan setia merahasiakan rintik serta menjaga terik. Ia menyusun kado yang tersimpan di kepalaku....

Kemarau Di Wajah Agustus

Bulan delapan tak jua menjatuhkan hujan
dan setia merahasiakan rintik serta menjaga terik.
Ia menyusun kado yang tersimpan di kepalaku.
Aku Menyebutnya hadiah yang membisu.

Mempersiapkannya adalah bercengkerama dengan utopia.
Kertas kado yang membungkusnya, pun tak pernah berwarna,
terlebih isi kotaknya, tak ada wujudnya.

Aku temukan sepasang perayaan untuk ulang tahunmu di bulan delapan;
sebuah ingatan yang masih setia dan juga rindu yang jatuh cinta.
Tapi aku tak percaya jika ada hadiah yang lebih baik dari doa
sebab ia terdiam dan datang di hari kemudian.


Kali ini, agustus seperti kemarin; menyimpan kemarau di wajahmu kekasih.

*Kepada wanita yang merayakan hari lahirnya
Makassar, Agustus 2016

~hym~
*Penulis yang ingin belajar, pelajar yang ingin menulis

0 komentar: