Sembari menutup pedih Yang dipaksa untuk berhenti Kubuka goresan tinta terdahulu memasuki ruang-ruang pikiran dan perasaan Membuka ...

Tidak Ada Judul

Sembari menutup pedih
Yang dipaksa untuk berhenti
Kubuka goresan tinta terdahulu
memasuki ruang-ruang pikiran dan perasaan
Membuka lembaran kertas yang masih tersimpan
Menerawang bulan sabit merah terang
Dan bertahan.

Sembari menyeka luka
Yang teriris perlahan dalam suka dan tawa
Yang terbawa hingga lelahnya bola mata
Kusimpan senyuman hanya untuk belahan
Kusimpan tatapan tuk sebuah perasaan
Kusimpan kebahagiaan tuk bukan sekarang
Dan bertahan

Dan sekarang, cahaya itu
Sebuah cahaya yang pernah ada
Yang bersinar terang di cakrawala
Yang tertanam dihati dan jiwa raga
Tak lagi sama, Terpisah
Walau mata masih berbicara
Walau gestur masih berikan geraknya
Dan percaya, kan ada

Adakah suatu warna yang kan datang
Yang menghampiri sebuah kekosongan?
Adakah indah yang kan tertahan
Dibawah sebuah bayang-bayang?
Adakah pandangan yang berjalan
Yang menjelma menjadi tuan?

Mungkin ada, tapi takkan pernah bisa
Mungkin bisa tapi takkan pernah kesana
Sampai jumpa

Karena yakin tuhan ada.


~hym~
*Penulis yang ingin belajar, pelajar yang ingin menulis

0 komentar: