Apa CSR Itu? Mungkin tak banyak yang tahu tentang istilah CSR. Hanya segelintir orang seperti mahasiswa – itupun mahasiswa ekonomi, pihak...

PT. Semen Tonasa dan Corporate Social Responsibility : Tanggung Jawab Sosial Dari Hati Korporasi

Apa CSR Itu?
Mungkin tak banyak yang tahu tentang istilah CSR. Hanya segelintir orang seperti mahasiswa – itupun mahasiswa ekonomi, pihak-pihak perusahaan, pengamat ekonomi, dan aktivis sosial dan lingkungan-lah yang akrab dengan istilah ini. Bisa jadi juga orang-orang telah banyak mendengar tentang CSR ini, namun hanya tahu bahwa CSR adalah akronim dari Corporate Social Responsibility. Mereka mungkin tak paham makna dan bagaimana CSR itu sebenarnya. Hanya sekedar tahu bahwa CSR adalah Tanggung Jawab Sosial Perusahaan namun tak tahu makna dibaliknya. Akan tetapi, terlepas dari semua kemungkinan-kemungkinan tersebut, alangkah baiknya kita mengenal sedikit tentang CSR ini.
CSR (Corporate Sosial Responsibility) sebetulnya adalah bentuk kepedulian perusahan terhadap lingkungan sekitar perusahaan. Bentuk kepedulian ini dapat berupa bantuan materil, pembangunan fasilitas, pengelolaan limbah, pemberdayaan masyarakat dan lain sebagainya. Isu tentang CSR kemudian memuncak dan menjadi kewajiban bagi perseroan. Perusahaan dituntut untuk memberikan kontribusi positif bagi kepentingan lingkungan sekitar (Wijayanto, 2012 hal.57).
Awalnya, perusahaan hanya berorientasikan Keuntungan (Profit). Tetapi bentuk praktik bisnis seperti itu, hanya memberikan manfaat kepada sebagian orang-orang yang berkepentingan (Stakeholder), utamanya hanya kepada pemegang saham (Shareholder). Kemudian muncul tuntutan untuk menyeimbangkan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan. Konsep ini kemudian hari dinamakan Triple Bottom Line, keseimbangan antara Profit, People dan Planet. Hal ini menunjukkan bahwa disamping mengejar kepentingan finansial, perusahaan juga  memperhatikan mutu kehidupan lingkungan. Inilah cikal-bakal dari Konsep CSR yang diterapkan oleh berbagai perusahaan dibelahan dunia.
CSR sendiri pada mulanya hanya diterapkan oleh perusahaan-perusahaan tambang yang dampaknya sangat terasa terhadap lingkungan. Kemudian semakin kesini, tuntutan terhadap CSR merambah kepada sektor industri. Perusahaan-perusahaan seperti industri makanan, Supermarket, asuransi dan perbankan mulai menerapkan konsep CSR (Fadilah : 2009). Hal ini mengindikasikan bahwa CSR bukan lagi hanya sebuah pencitraan, akan tetapi menjadi sebuah kebutuhan bagi sebuah perusahaan.
Di Indonesia sendiri, konsep tentang CSR telah diatur dalam Undang-Undang No. 40 tahun 2007 Pasal 74 tentang Perseroan Terbatas. Dengan adanya aturan tersebut, perusahaan yang memiliki kaitan erat dengan sumber daya alam, berkewajiban untuk menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan lingkungan. Bahkan dalam aturan lain, yakni Undang-Undang Penanaman Modal No. 25 Tahun 2007, perusahaan yang tidak melaksanakan CSR akan dikenai sanksi administratif. Dari sanksi ringan hingga pencabutan izin usaha. Itulah kenapa, untuk menghindari sanksi, banyak perusahaan nasional maupun multinasional berbondong-bondong menerapkan CSR ini.
Namun, menghindari hukuman, bukanlah alasan satu-satunya kenapa banyak perusahan menerapkan CSR. Banyak hal yang melatarbelakangi korporasi dalam pengimplementasian Tanggung Jawab Sosialnya. Dalam buku Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Indonesia, yang dikutip oleh Nurantono dalam penelitiannya, disebutkan bahwa ada tiga hal yang melingkupi penerapan konsep CSR. Pertama adalah Public relations, yang dimana perusahaan berusaha membangun Image baik dimata masyarakat. Perusahaan juga berusaha menarik simpati masyarakat bahwa mereka banyak melakukan kegiatan sosial. Kedua adalah sebagai Strategi Defensif. Dengan strategi tersebut, perusahaan membangun CSRnya untuk mencoba mengubah pandangan negatif yang telah terbentuk dimasyarakat menjadi pandangan positif. Kemudian yang terakhir adalah berlandaskan ketulusan. Bentuk CSR seperti ini adalah benar-benar keinginan yang tulus dari perusahaan. Kemudian, Setali tiga uang dengan hal tersebut, Tazkyar.blogspot.com juga menuliskan ada tiga paradigma perusahaan dalam menjalankan CSR. Pertama hanya basa-basi dan keterpaksaan, kedua untuk memenuhi kewajiban, dan yang ketiga adalah dorongan yang tulus dari dalam perusahaan.
Lantas yang manakah sebenarnya bentuk konstruksi yang baik dalam penerapan CSR ini? Tentunya adalah ketulusan. Ketulusan adalah bentuk kebaikan yang benar-benar dari hati. Keikhlasan tanpa mengharap pamrih. Jika kita bertindak karena ikhlas, maka kitapun akan memperoleh timbal-balik yang baik pula nantinya.
Perusahaan PT. Semen Tonasa adalah contoh nyata perusahaan yang telah mengimplementasikan CSR. Perseroan yang menjadi pemimpin pasar (Market Leader) semen di Kawasan Timur Indonesia (KTI) ini, telah banyak menggelontorkan keuntungannya demi membangun, memperbaiki dan mensejahterahkan masyarakat dan lingkungan sekitar perusahaan.  Nah, pertanyaannya sekarang adalah, sampai dimana perusahan PT. Semen Tonasa dalam menerapkan CSRnya? Apakah hanya untuk basa-basi ataukah memang karena ikhlas dari hati? Untuk itu, tulisan ini akan menjawabnya.

Mengenal CSR PT. Semen Tonasa
Memasuki usia yang ke-47, PT. Semen Tonasa masih tetap konsisten mempertahankan dirinya sebagai “Raja Semen” di Wilayah Indonesia Timur. Meskipun mengalami penurunan sebanyak empat persen disemester pertama tahun ini, namun 40% pangsa pasar (Market Share) di Indonesia Timur masih mampu dipertahankannya. Tercatat berbagai prestasi dari tahun ke tahun telah diraih anak perusahaan PT. Semen Indonesia ini. Diawal tahun 2015 misalnya, PT. Semen Tonasa didaulat mendapatkan penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kategori baik dari Gubernur Sul-sel, Syahrul Yasin Limpo. Kemudian tak lama setelah itu, penghargaan lainnya kembali diraih, kali ini diberikan oleh pengurus Kamar Dagang Industri (KADIN) Sul-sel. PT. Semen Tonasa mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan yang telah mengembangkan potensi daerah dan menunjang kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan.
Prestasi lainnya,  yakni pada ajang Top 250 Indonesia Brands 2015 versi majalah SWA Edisi XXXI, Semen Tonasa berhasil mengungguli Semen Gresik dan Semen Tiga Roda dalam beberapa indeks. Dalam Indeks Loyalti Semen Tonasa meraih angka 7,98 sedangkan semen Gresik dan Tiga Roda hanya 7,86 dan 7,66. Kemudian pada Indeks Local Brand Competitive Level, Semen Tonasa meraih7,83, unggul atas semen Gresik dan Tiga Roda yang mendapatakan angka masing-masing 7,72 dan 7,74. Sedangkan pada indeks Advokasi, Semen Tonasa menyamai Semen Gresik yakni 7,64 tetapi mengungguli semen Tiga Roda yang hanya mendapatkan angka 7,18. Torehan ini tidak bisa dibilang buruk, Semen Tonasa mampu sejajar dan bahkan mengungguli kedua Brand tersebut yang notabene telah memiliki nama di Indonesia.  
Berbagai pencapaian-pencapaian yang telah diperoleh oleh PT. Semen Tonasa mencerminkan kinerja manjemen yang sangat luar biasa dalam mengembangkan perusahaan kearah yang lebih maju. Meskipun begitu, catatan-catatan prestasi tersebut tak membuat PT. Semen Tonasa jumawa dan besar kepala. Kesuksesan memperoleh laba tetap diimbangi dengan memperhatikan kehidupan sekitar perusahaan. PT. Semen Tonasa kemudian mengimplementasikannya dalam program CSRnya.
Program CSR PT. Semen Tonasa sangatlah beragam dan mencakup berbagai aspek. Dibidang ekonomi, perusahaan berkomitmen untuk membangun kemandirian masyarakat. Komitmen ini pun diwujudkan lewat program Kemitraan dan program Bina Lingkungan. Seperti pada bulan maret lalu, dana pinjaman sejumlah 1,6 milyar digelontorkan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang berada di ring I, II, dan III perusahaan. Bantuan ini adalah wujud nyata program Kemitraan. Hal demikian dilakukan PT. Semen Tonasa sebagai stimulus untuk membangun jiwa-jiwa entrepreneurship warga sekitar perusahaan.
Kemudian bentuk CSR lain berdasarkan laporan tahunan PT. Semen Tonasa tahun 2013 adalah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program TJSL ini kemudian dikenal dengan nama Tonasa Bersaudara, yang meliputi Tonasa Cerdas, Tonasa Mandiri, Tonasa Sehat, Tonasa Bersahaja, dan Tonasa Hijau. TJSL merupakan  manifestasi dari konsep Triple Bottom Line yang menyelaraskan antara ekonomi, sosial dan lingkungan. Bantuan pendidikan, pembangunan jalan, dan penyediaan air bersih adalah beberapa kecil bentuk nyata program ini. Kemudian terdapat juga program Pemantauan Lingkungan dan program Pengelolaan Lingkungan yang mengontrol agar tak terjadi polusi udara dan pencemaran lingkungan. Program lainnya yakni Konservasi Sumberdaya yang melakukan efisiensi energi, pengolahan limbah B3 dan non-B3, konservasi air dan perlindungan keanekaragaman hayati melalui penghijauan.
Kesemua program CSR tonasa mengaarah kepada hal yang sangat bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, utamanya masyarakat sekitar pabrik yang berlokasi di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Aspek-aspek seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan menjadi sasaran-sasaran utama perusahaan ini dalam CSRnya. Itulah salah satu alasan kenapa PT. Semen Tonasa mampu bertahan hingga saat ini. Mereka tak menjadi perusahaan yang “Kacang Lupa Kulit” akan tetapi menjadi perusahaan yang membangun hubungan Simbiosis Mutualisme dengan warga sekitarnya. Inilah yang seharusnya diterapkan oleh berbagai korporasi dibelahan dunia tak terkecuali di Indonesia.

CSR dan PT. Semen Tonasa : Keikhlasan Korporasi Dalam Membangun Negeri
Diawal tulisan dikatakan, bahwa bentuk CSR yang paling ideal adalah yang dilakukan dengan ikhlas. Itu tidaklah salah, bukan hanya CSR sebenarnya, bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun demikian. Menurut penulis, Setiap tindakan manusia yang  berlandaskan keikhlasan adalah bentuk ideal manusia. Keikhlasan dalam setiap tindakan, adalah tahap tertinggi manusia dalam mengarungi realitas kehidupan. Hal demikian pun akan bernilai pahala di mata Tuhan Yang Maha Esa.
Ikhlas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bermakna bersih hati dan tulus hati. Artinya bahwa keikhlasan adalah melakukan sesuatu dengan hati yang bersih dan tulus tanpa mengharapkan pamrih. Jika kita kaitkan dengan CSR, maka tindakan kepedulian yang dilakukan perusahaan baru dapat dikatakan ikhlas jika dilakukan dengan hati yang bersih pula. Lantas bagaimana mengukur hati yang bersih itu? Hanya Tuhan dan pelakunya sendiri yang tahu. Keikhlasan adalah sifat yang tak berwujud dan tak kasat mata. Meskipun begitu, kita tetap bisa mengukur takaran keikhlasan seseorang dengan menihat sikap dan tingkah lakunya dalam berbuat kebaikan. Hal inilah yang akan kita coba lakukan kepada PT. Semen Tonasa. Perusahaan semen yang berdiri sejak tahun 1968 ini, akan dinilai sampai dimana tahap keikhlasnnya lewat berbagai CSR yang dilakukannya.
Menurut Ippho Santosa dalam bukunya 7 Keajaiban Rezeki, ikhlas dalam berbuat kebaikan dapat diraih apabila telah lama dan juga sering melakukan kebaikan tersebut. Inilah yang disebutnya sebagai ikhlas by doing. Dia menganalogikannya dengan tindakan anak-anak yang baru belajar shalat. Ketika anak-anak diajarkan shalat oleh orang tuanya, dia mungkin bisa ikhlas bisa juga tidak. Tetapi menurut Ippho, kemungkinan besar tidak. Anak-anak akan mengharapkan ganjaran yang diiming-imingi oleh orangtuanya. Bisa juga dia melaksanakan shalat untuk menghindari hukuman. Namun karena sering-sering melaksanakan shalat, maka ikhlas akan datang dengan sendirinya. Begitupun dengan sedekah, menurut Ippho, ketika awal-awal bersedekah, kita mungkin akan melaksanakan tidak dengan 100% ikhlas. Kita mungkin riya, atau karena alasan-alasan tertentu lainnya. Namun karena sering-sering melakukan sedekah, maka ikhlas bisa datang dengan sendirinya. Inilah ikhlas by doing yang dimaksud.
Jika kita kaitkan kepada PT. Semen Tonasa, maka ada beberapa konstruksi kenapa perusahaan ini dapat dikatakan telah mencapai tahap ikhlas dalam menjalankan CSRnya. Pertama, perusahaan berslogan Kokoh, Kuat dan Terpercaya ini memang sudah lama melaksanakan program-program kepedulian terhadap lingkungan sekitar perusahaan. Program Kemitraan misalnya, berdasar penelusuran penulis, program ini ternyata telah dilakukan sejak tahun 1987. Ini menunjukkan bahwa kepedulian PT. Semen Tonasa telah dibentuk sudah sejak dulu.
Konsturksi kedua, PT. Semen Tonasa memiliki program-program CSR yang kompleks. Pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, lingkungan, kesenian, UKM dan finance, serta Hak Asasi Manusia (HAM) adalah arah CSR Tonasa yang memang sangat bermanfaat dan sesuai dengan apa yang dibutuh masyarakat. Dengan luasnya program CSR Tonasa ini, menunjukkan kesungguhan dalam membangun masyarakat. Terakhir dan tak kalah penting adalah konsistensi PT. Semen Tonasa dalam melaksanakan Tanggung Jawab Sosial. Sejak dahulu hingga saat ini, perusahaan Semen terbesar di Indonesia Timur ini terus mengembangkan CSRnya. Pengembangan CSR terus dilakukan dengan tuntutan zaman dan sesuai degan kebutuhan masyarakat sekitar dan lingkungan.
Telah dilakukan sejak lama, Cakupan yang luas, dan Konsistensi adalah bentuk keikhlasan, ketulusan dan kesungguhan PT. Semen Tonasa. Tak banyak korporasi yang mampu sampai ketahap ini, namun PT. Semen Tonasa mampu menyentuh tingkatan ini. Hal ini adalah bukti kontribusinya dalam membangun negeri. Bung Karno pernah mengatakan “apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. PT. Semen Tonasa berani melakukan kebaikan itu, ia pun bertemu dengan kemajuan dan berhasil menggenggamnya.  

~hym~
*Penulis yang ingn belajar, pelajar yang ingn menulis


Daftar Referensi
Annual Report PT. Semen Tonasa Tahun 2009  - Tahun 2013
Fadilah, Sri. 2009. Keberhasilan Kegiatan Corporate Social Responsibility Melalui Pengungkapan dan Audit Corporate Social Responsibility. Jurnal Telaah & Riset Akuntansi Vol. 2. No. 2 Juli 2009 Hal. 117-132.

Kristi, Agatha Aprinda. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapancorporate Social Responsibility Pada Perusahaan Publik Di Indonesia.

Pradipta, Dyah Hayu dan Anna Purwaningsih. Pengaruh Luas Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan Perusahaan Terhadap Earning Response Coefficient (ERC), Dengan Ukuran Perusahaan Dan Leverage Sebagai Variabel Kontrol.

Raharjo, Kharis. Corporate Social Responsibility: Dari Etika Bisnis Menuju Implementasi Good Corporate Governance.

Rasyid, Islamiyah. 2013. Konstruksi Corporate Social Responsibility PT Semen Tonasa Berdasarkan Metafora Serangga “Korporasi Lebah Madu. Juara Pertama Tonasa Jurnalis Award 2013.
Santosa, Ippho. 2010. 7 Keajaiban Rezeki. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Saputro, Nurantono Setyo. 2010. Dampak Kegiatan Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT. Telkom terhadap Kemampuan Masyarakat dalam Mengakses Sumber Daya di Kawasan Punclut Bandung. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Vol. 21 No. 2, Agustus 2010, hlm. 129 – 146.

Wijayanto, Dian. 2012. Pengantar Manajemen. Jakarta: Gramedia.



0 komentar: